Developer Must Read

5 Skill Penting bagi Front-End Developer

Dalam pembuatan sebuah aplikasi, front-end developer bertugas untuk membuat tampilan depan yang dapat dilihat langsung oleh user. Dengan kata lain, penting bagi seorang front-end developer untuk dapat membuat UI yang menarik agar aplikasi yang di-develop dapat memberikan impresi yang baik bagi user. Ada banyak bahasa atau pun tools yang dapat menunjang hal ini, diantaranya ada HTML, CSS, JavaScript, TypeScript, Java, C#, PHP, Python, React, Flutter, dan lain-lain. Mempelajari ini semua tentunya akan memakan waktu yang sangat lama dan cukup merepotkan bagi pemula. Salah satu kesalahan yang sering dilakukan pemula adalah terlalu seringnya berganti-ganti bahasa atau tools dalam mempelajarinya. Sebaiknya bagi Anda yang sedang memulai karir sebagai front-end developer dapat memfokuskan terlebih dahulu terhadap skill yang esensial yang dapat menunjang karir. Jadi, apa saja skill tersebut? Berikut adalah penjelasannya dari yang paling mudah ke paling sulit.

HTML/CSS

HTML/CSS adalah dasar yang wajib dipahami bagi seorang front-end developer. HTML (HyperText Markup Language) berperan sebagai tulang punggung dari sebuah tampilan web. HTML akan didukung oleh Cascading Style Sheets (CSS) yang berfungsi untuk mengatur styling dari sebuah page, seperti ukuran layout, font, background color, dll.

JavaScript

JavaScript adalah bahasa pemograman yang dapat digunakan untuk mengimplementasikan fungsi-fungsi pada bagian front-end. Fungsi-fungsi tersebut diantaranya adalah menambahkan audio, video, game, dan animasi.

Front-End Frameworks

Setelah Anda menguasai skill dasar, yakni HTML, CSS, dan JavaScript, maka sangat disarankan untuk mulai mempelajari framework untuk front-end. Penggunaan framework ditujukan untuk meminimalisir pengulangan kode. Dengan kata lain, framework menyediakan banyak code (dapat berupa object/class) yang re-useable. Beberapa framework yg cukup populer diantaranya adalah React, Angular, dan Vue. Bagi pemula, disarankan untuk mempelajari react terlebih dahulu karena framework ini sangat popular ketimbang yang lainnya.

Version Control Systems

Version control adalah sebuah sistem yang merekam perubahan-perubahan dari sebuah berkas atau sekumpulan berkas dari waktu ke waktu sehingga Anda dapat menilik kembali versi khusus suatu saat nanti. VCS sangat penting terutama bila suatu aplikasi di develop oleh banyak developer. VCS dapat mengurangi kemungkinan terjadinya saling timpa menimpa kode antar developer saat mengupdate aplikasi tersebut. Contoh dari VCS adalah git.

CSS Preprocessors

CSS Preprocessors adalah tools yang memperluas fungsionalitas vanilla CSS dengan menambahkan berbagai macam syntax untuk logic. Preprocessor mengambil kode yang ditulis dengan syntax baru dan serbaguna ini, dan kemudian mengkompilasinya ke dalam CSS tradisional yang dapat digunakan browser. 3 preprocessors yang paling terkenal adalah SASS (atau SCSS), LESS, dan Stylus.

Sumber:

Related posts

Internet of Things di Indonesia

Rochman Ramadhani

React Native 101 – #4 Kelebihan Menggunakan React Native

Rochman Ramadhani

React Native 101 – #1 Perkenalan

Rochman Ramadhani

Leave a Comment