Developer Software

Tips Debugging Aplikasi Laravel di Production

Dalam membuat program tentunya tidak akan pernah terlepas dari error, entah itu karena kesalahan penulisan, kesalahan query database, input data yang salah atau kasus lainnya. Laravel sendiri menyediakan error reporting yang cukup powerful dan informatif. Baik itu berupa notice, warning, error maupun fatal error akan menghentikan jalannya aplikasi dan menampilkan pesan kesalahan tersebut. Sebagai contoh berikut merupakan tampilan dari error reporting laravel ketika terjadi kesalahan query.

Gambar 1. Contoh Error Reporting Laravel

Dari contoh kesalahan tersebut bisa kita lihat error reporting yang ditampilkan sudah sangat informatif, mulai dari pesan error, letak kesalahan query serta dibaris mana error tersebut terjadi, sehingga akan sangat memudahkan developer ketika melakukan proses development. Namun apabila aplikasi sudah dideploy ke server, sebaiknya kita harus matikan error reporting tersebut agar bug yang ada di aplikasi tidak terekspos ke public. Lalu gimana caranya kita tahu kalau misalkan terjadi error di production apabila kita mematikan error reportingnya ? sebenarnya laravel pun menuliskan setiap error yang terjadi kedalam sebuah file yang terdapat di folder. Isinya kurang lebih akan sama seperti yang terdapat di reporting, berikut contoh tampilannya :

Gambar 2. Tampilan Error Log

Isi dari file log tidak jauh berbeda dengan error reporting page laravel sebelumnya, hanya saja error ditulis dalam bentuk text. Semakin banyak error yang terjadi maka akan semakin panjang juga file tersebut, tentunya akan semakin sulit untuk dibaca diserver. Selain itu jika menggunakan cara tersebut kita harus mengecek secara continue untuk melihat apakah terdapat error atau tidak secara manual. Apakah ada cara yang lebih mudah untuk melakukan debugging aplikasi di production?

Biasanya saya menggunakan Sentry untuk menangkap error di laravel. Sentry sendiri merupakan layanan pihak ketiga yang digunakan untuk memonitoring aplikasi dari berbagai platform sehingga developer akan lebih mudah dalam melakukan diagnosa, bug fixing dan optimasi kode. Reporting yang diberikan oleh sentry khususnya untuk monitoring error sangatlah lengkap, selain menampilkan list error kitapun bisa melihat statistik berapa kali error tersebut terjadi dalam kurun waktu tertentu serta kita bisa mendapatkan pemberitahuan melalui email apabila terjadi bug diserver sehingga kita tidak perlu lagi mengecek secara continue kedalam file log.

Berikut merupakan tampilan statistik dari dashboard sentry :

Gambar 3 Dashboard Sentry

Selain itu kita pun bisa melihat detail dari error yang terjadi pada halaman issues dan melakukan Assigned kepada siapa error tersebut harus ditangani. Contoh detail dari error yang terjadi seperti ini :

Gambar 4 Detail Error

Dengan menggunakan Sentry developer akan menjadi sangat mudah dalam melakukan debugging aplikasi. Selain Laravel, sentry pun sudah mendukung berbagai bahasa lain bahkan kita juga bisa gunakan untuk debugging aplikasi mobile. Buat teman-teman yang tertarik bisa langsung coba saja disini http://sentry.io.

Mungkin sampai disini dulu artikel kali ini, artikel selanjutnya mungkin saya akan coba jelaskan mengenai bagaimana cara setting Sentry di project laravel kita. Stay hungry Stay foolish sampai jumpa diartikel selanjutnya.

Related posts

5 Skill Penting bagi Front-End Developer

Rochman Ramadhani

React Secret Server Side and Client Side

Rio Jurezky

React Native 101 – #3 Contoh Proses Development

Rochman Ramadhani

Leave a Comment